Sabtu, 10 November 2012

Menyaksikan Seni Tradisional Korea di Chongdong Theater


Tak lengkap perjalanan wisata Anda ke Korea Selatan jika belum menyempatkan melihat pertujukan seni tradisional Korea di Chongdong Theater. Chongdong Theater merupakan salah satu tempat dimana kesenian tradisional diperkenalkan kepada pengunjung asing.
Miso adalah pertunjukan kesenianan tradisional Korea yang pertama kalinya dibuka untuk umum di Chongdong Theater pada tahun 1997. Pertunjukan ini merupakan medley (rangkaian) dari beberapa kesenian sekaligus yakni Salmunori  (kuartet perkusi tradisional Korea), Pansori (lagu tradisional), pertunjukan Gugak (musik tradisional Korea), musik orkestra, tari kipas  dan Ogomu (tarian yang menggunakan 5 drum). Pengelola Chongdong Theater, mengklaim pertunjukan ini tidak pernah gagal memesona penonton. Bahkan walaupun durasinya cukup panjang, namun penonton tidak akan pernah bisa meninggalkan pertunjukan ini sejenak karena sangat menarik.

Secara keseluruhan Miso menceritakan kisah seorang wanita yang sedang jatuh cinta. Kisah cinta ini digambarkan melalui gerakan tarian Salpuri yakni tarian untuk mengusir nasib buruk dan roh jahat plus tarian kipas yang menjadi ikon dari Miso. Sedangkan Pansori adalah seni tradisional Korea yang ditetapkan menjadi warisan budaya dunia pada tahun 2003 oleh UNESCO. Pansori sangat unik karena menceritakan kembali kisah yang dinyanyikan dimana intensitas dramatiknya jauh lebih penting daripada apakah nyanyiannya enak didengar atau tidak. Namun, anehnya, semua pengunjung tidak pernah kecewa dengan pertujukan Pansori. Ada lagi yang selalu memperoleh tepuk tangan meriah dari penonton yakni pertujukan Salmunori. Tarian ini dimainkan oleh 4 musisi yang masing-masing memainkan alat perkusi yang berbeda. Secara filosofis 4 instrumen itu mewakili 4 elemen alam yakni hujan, petir, awan dan angin. Koreografi yang dinamis dan irama perkusi yang rancak inilah yang menjadi daya tarik utama Salmunori di mata pengujung.
Sebagai bukan warga asli Korea, Anda tidak perlu khawatir bakal bingung dengan beberapa aksi dan narasi yang diperdengarkan di Chongdong Theater. Setiap pengunjung yang menyaksikan akan dibekali dengan deskripsi masing-masing pertunjukan dengan rinci dalam bahasa Inggris dan China selama acara berlangsung. Tidak itu saja, setiap usai pertunjukan para pemain akan berkumpul dan berbaur dengan penonton di luar panggung. Dalam waktu 10 menit yang disediakan itu kita bisa memberikan applaus, mengikuti musik dan tarian bersama-sama dan berfoto dengan para pemain. Untuk melihat pertujukan seni tradisional Korea ini Anda harus merogoh kocek 20.000 Won untuk duduk di baris A, dan 30.000 Won untuk duduk di baris B. Pertujukan diadakan setiap hari Selasa hingga Minggu.
 Chongdong Theater tidak hanya menampilkan pertunjukkan tradisional namun juga menawarkan program yang berkaitan dengan kesenian Korea Selatan. Orang-orang asing yang berminat untuk belajar lebih dalam tentang tradisi ini bisa menimba ilmu di Sekolah Janggu (The Janggu School) yang menyediakan program belajar untuk pengunjung dengan pengajarnya para pemain perkusi profesional dan pemain-pemain yang biasa tampil di Chongdong Theater. Kelas perkusi ini diadakan selama 30 menit. Jika berminat, Anda harus mendaftar lebih dahulu sebelum pukul 12.00. Kini kelas perkusi ini memberikan layanan terjemahan kedalam bahasa Inggris dan Jepang agar pengunjung yang berasal dari luar negeri tidak kebingungan mengikuti berbagai instruksi dari pengajar. Selain itu, peserta yang mengikuti kelas ini akan mendapatkan sertifikat. Menarik bukan?.
Selain menawarkan kelas belajar perkusi, Anda juga bisa berfoto dengan menggunakan kostum kerajaan khas Korea Selatan seperti yang bisa kita lihat di serial Daejanggeum. Anda bisa mengambil foto dengan kamera sendiri ataupun menggunakan jasa tukang foto polaroid setempat.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Princess In The Wonderland Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template